DAFTAR MENU

Jumat, 13 Januari 2017

Simon Pimpin Warga NTT se-Sulut

   Setelah tiga tahun memimpin Ikatan Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2014-2017, Simon Sili Gesimaking SS terpilih kembali menjadi Ketua IKB NTT Provinsi Sulut periode 2017-2020.


   Simon terpilih secara aklamasi dalam musyawarah terbatas yang dipimpin Penasihat IKB NTT Provinsi Sulut Pastor Adam OCD, di sela-sela perayaan Natal warga NTT yang berlangsung di aula Novisiat CMM, Kaaten Tomohon, Sabtu (07/01).


   Sementara untuk posisi Sekretaris terpilih Bastian Sabon Aman dan Bendahara Vulgens.
Usai musyawarah, Pastor Adam menyampaikan kepengurusan baru dan hasil-hasil musyawarah kepada ratusan warga NTT yang hadir dalam acara Natal tersebut.“Mari kita mengapresiasi kesediaan ketiga bapak ini untuk menjadi pengurus inti. Lebih dari itu mari kita mendukung dan mendoakan mereka untuk bertanggungjawab menjalankan kepercayaan ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan organisasi,” ujarnya seraya berharap pengurus yang baru terpilih secepatnya memimpin rapat bersama melengkapi kepengurusan yang ada agar kemudian dapat segera dilantik.

  Sementara itu, Simon dalam sambutannya mengapresiasi kepervayaan yang diberikan warga NTT kepadanya. “Terima kasih atas kepercayaan ini. Mohon dukungan dan doa dari seluruh warga NTT di Sulut,” ujarnya.

  Lebih jauh menurut  Simon, pelbagai program kerja sudah dilaksanakan dan selama tiga tahun ke depan ada ada sejumlah program kerja disiapkan baik secara internal maupun eksternal. “Dalam bulan Januari ini kami akan menggelar rapat bersama menyusun pengurus dan selanjutnya di bulan Februari nanti kita akan membahas pelbagai program kerja dan AD/ART organisasi. Sehingga diharapkan seluruh pengurus akan dilantik pada perayaan Paskah IKB NTT Provinsi Sulut,” paparnya.

  Di penghujung sambutannya, Simon mengingatkan seuruh warga NTT akan tanggungjawabnya ikut serta membangun daerah Sulawesi Utara tercinta ini.“Kita datang dari berbagai daerah di NTT ke Sulut dan diterima dengan baik oleh warga Sulawesi Utara. Karena itu mari kita bekerjasama untuk membangun daerah tercinta ini dalam hidup dan karya kita masing-masing maupun secara organisasi. Dan ingat, jangan sekali-kali kita mengatakan diri kita adalah warga NTT di Sulut tetapi katakanlah bahwa kita adalah warga Sulut yang berasal NTT,” tukasnya. (*)







Tidak ada komentar:

Posting Komentar