Setelah tiga tahun memimpin Ikatan
Keluarga Besar Nusa Tenggara Timur (IKB NTT) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)
periode 2014-2017, Simon Sili Gesimaking SS terpilih kembali menjadi Ketua IKB
NTT Provinsi Sulut periode 2017-2020.
Simon terpilih secara aklamasi dalam
musyawarah terbatas yang dipimpin Penasihat IKB NTT Provinsi Sulut Pastor Adam
OCD, di sela-sela perayaan Natal warga NTT yang berlangsung di aula Novisiat
CMM, Kaaten Tomohon, Sabtu (07/01).
Sementara untuk posisi Sekretaris
terpilih Bastian Sabon Aman dan Bendahara Vulgens.
Usai musyawarah, Pastor Adam
menyampaikan kepengurusan baru dan hasil-hasil musyawarah kepada ratusan warga
NTT yang hadir dalam acara Natal tersebut.“Mari kita mengapresiasi kesediaan
ketiga bapak ini untuk menjadi pengurus inti. Lebih dari itu mari kita
mendukung dan mendoakan mereka untuk bertanggungjawab menjalankan kepercayaan
ini dengan sebaik-baiknya demi kemajuan organisasi,” ujarnya seraya berharap
pengurus yang baru terpilih secepatnya memimpin rapat bersama melengkapi
kepengurusan yang ada agar kemudian dapat segera dilantik.
Sementara itu, Simon dalam sambutannya
mengapresiasi kepervayaan yang diberikan warga NTT kepadanya. “Terima kasih
atas kepercayaan ini. Mohon dukungan dan doa dari seluruh warga NTT di Sulut,”
ujarnya.
Lebih jauh menurut Simon, pelbagai program kerja sudah
dilaksanakan dan selama tiga tahun ke depan ada ada sejumlah program kerja
disiapkan baik secara internal maupun eksternal. “Dalam bulan Januari ini kami akan
menggelar rapat bersama menyusun pengurus dan selanjutnya di bulan Februari
nanti kita akan membahas pelbagai program kerja dan AD/ART organisasi. Sehingga
diharapkan seluruh pengurus akan dilantik pada perayaan Paskah IKB NTT Provinsi
Sulut,” paparnya.
Di penghujung sambutannya, Simon
mengingatkan seuruh warga NTT akan tanggungjawabnya ikut serta membangun daerah
Sulawesi Utara tercinta ini.“Kita datang dari berbagai daerah di NTT
ke Sulut dan diterima dengan baik oleh warga Sulawesi Utara. Karena itu mari
kita bekerjasama untuk membangun daerah tercinta ini dalam hidup dan karya kita
masing-masing maupun secara organisasi. Dan ingat, jangan sekali-kali kita
mengatakan diri kita adalah warga NTT di Sulut tetapi katakanlah bahwa kita
adalah warga Sulut yang berasal NTT,” tukasnya. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar