Komitmen Untuk Ikut Membangun Sulut
MOMENTUM peringatan Pesta Natal yang diwujudkan umat
Kristiani, juga dirayakan masyarakat asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang
tinggal di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Bertempat di aula Novisiat Tarekat CMM, Sabtu
(07/01), ratusan warga NTT yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar NTT
Provinsi Sulut baik para Pastor, Frater, Suster, Bruder, para orang tua, pemuda
dan pemudi serta mahasiswa hadir dalam perayaan Natal bersama.
Perayaan ini diawali dengan Misa yang dipimpin
Pastor Geraldus Knaof-mone OCD dan dimeriahkan oleh Koor dari para Frater CMM
Tomohon. Apalagi pemajangan kain-kain tradisional asal NTT membuat perayaan ini
begitu terasa kekhasannya.
Dalam khotbahnya, Pastor Gerald mengatakan, setiap
orang menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan berbagai cara. Tapi yang
terpenting adalah bagaimana kita menyambut Natal dalam hati dan hidup kita dan
mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena tidak ada gunanya kegiatan
seremonial Natal setiap tahun jika Yesus tidak lahir dalam hati dan hidup kita,”
tegasnya.
Lebih jauh, Pater Gerald berbicara tentang makna
Natal bagai warga perantauan. “Perayaan Natal bagi kita warga perantauan adalah
momentum untuk mempererat kebersamaan dan persuadaraan. Sebagaimana Yesus hadir
agar semua orang bersatu. Makna Natal ini harusnya juga kita maknai bahwa
sebagai warga perantauan yang datang dari pelbagai daerah di NTT, tidak bisa
tidak kita harus membangun kebersamaan dan persaudaraan diantara kita,”
tegasnya.
Ketua Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut Simon
Sili Gesimaking, SSos dalam sambutannya mengatakan, sebagai anak rantau warga
NTT harus mampu memberikan sumbangsi untuk ikut membangun Provinsi Sulut,
sebagai wujud dari perayaan kelahiran Yesus Kristus.“Kita telah diterima dengan baik oleh pemerintah dan
masyarakat Sulut. Kita diberikan kemudahan untuk tinggal menetap dan bekerja di
daerah ini. Karena itu adalah sebuah kewajiban kita untuk ikut membangun daerah
tercinta ini. Inilah perwujudan dari perayaan Natal sesungguhnya yang kita
rayakan setiap tahunnya,” ujar Simon.
Untuk ikut membangun Sulut, pria yang berprofesi
sebagai jurnalis ini mengingatkan warga NTT di Sulut untuk tidak perlu harus
melakukan hal-hal yang besar. “Cukup dengan hidup secara baik, ikut menjaga
keamanan daerah, aktif dalam kegiatan pemerintah dan gereja dalam setiap
tingkatan, saling menghormati satu dengan yang lain. Karena jangan sekali-kali
kita mengatakan diri kita adalah warga NTT di Sulut tetapi katakan bahwa kita
adalah warga Sulut yang berasal NTT,” tukasnya.
Sementara Bastian Sabon Aman, warga NTT yang tinggal
di Kabupaten Minahasa Selatan
dalam
sambutannya mewakili seluruh warga NTT berharap lewat momentum Natal ini
seluruh warga NTT yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar NTT Sulut
senantiasa hidup dalam suasana rukun dan damai penuh persaudaraan baik antar
sesama warga NTT maupun dengan masyarakat Sulut. “Dan kami berharap pengurus Ikatan Keluarga Besar
NTT Provinsi Sulut ke depan terus melahirkan pelbagai program kerja yang baik
dan terus memberikan pelayanan kepada warga NTT yang ada di Sulut,” pintanya.
Di sela-sela kegiatan rekreasi, Ketua Penasihat
Ikatan Keluarga Besar NTT Provinsi Sulut Pastor Anianus Markus Adam OCD
menggelar rapat bersama seluruh pengurus untuk membahas pelbagai hal terkait
organisasi. “Saya ingin ke depan organisasi ini akan semakin maju dan semakin
banyak warga NTT yang ikut dalam organisasi ini,” harap Pater Adam. (*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar